Diagnosis Sirosis Hati

    Diagnosa dan Pemeriksaan Sirosis Hati

    Biasanya, diagnosa sirosis hati didasarkan pada faktor resiko yang ada, misalnya kebiasaan minum alcohol, obesitas dan lainnya. Melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi, biopsy hati, dan endoskopi, berdasarkan kasus dan gejala yang dimiliki penderita, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan meneliti semua gejala klinis yang ada.

    Diagnosa dan Pemeriksaan Sirosis Hati

    Pemeriksaan Sirosis Hati

    Pemeriksaan Laboratorium

    Pemeriksaan darah rutin

    1.  Pemeriksaan fungsi hati

    Penderita bisa melakukan pemeriksaan kadar serum protein, protrombin, alanine transaminase (ALT), bilirubin dan lainnya untuk memastikan apakah terjadi kelainan fungsi ginjal.

    2.  Pemeriksaan patologis

    3.  Pemeriksaan imunologi

    4.  Pemeriksaan fibrosis hati

    5.  Pemeriksaan asites

    Jika terdapat akumulasi cairan pada rongga perut, penderita yang mengalami penambahan akumulasi cairan yang sangat cepat yang tidak diketahui penyebabnya seharusnya melakukan prosedur paracentesis, untuk mengambil sedikit cairan di dalam perut untuk dilakukan pemeriksaan rutin, evaluasi aktivitas adenosine deaminase (ADA), pemeriksaan kultur bakteri serta pemeriksaan sitologi untuk memastikan apakah mengidap sirosis hati.

    Pemeriksaan Radiologi

    1.  Pemeriksaan X-ray

    Melalui pemeriksaan barium pada penderita sirosis hati, bisa terlihat kondisi varises esofagus yang terlihat erosi atau terlihat membentuk lingkaran seperti cacing.

    2.  B mode dan USG Colour Doppler

    3.  CT-Scan

    Melalui pemeriksaan CT scan jika terlihat perbandingan ukuran yang abnormal dari lobus, kepadatannya rendah, terlihat perubahan nodular, pembesaran pada hepatic portal, pembesaran limpa, akumulasi cairan pada perut, maka boleh dipastikan penderita telah mengidap sirosis hati.

    Pemeriksaan Endoskopi

    Melalui pemeriksaan endoskopi dapat dipastikan apakah penderita mengalami varises esofagus. Varises Esofagus adalah indikator yang paling tepat untuk diagnosa hipertensi portal.

    Pemeriksaan biopsi hati

    Pemeriksaan biopsy hati dapat menegakkan diagnosa.

    Pemeriksaan Laparaskopi

    Pemeriksaan laparaskopi dapat mengamati organ hati secara langsung. Selain itu, juga bisa melakukan biopsi jaringan dengan penglihatan langsung pada organ limpa dan organ perut lainnya, hal ini sangat membantu untuk mengatasi kesulitan saat menegakkan diagnosa.

    Pengukuran tekanan vena portal

    Diagnosa Sirosis Hati

    Tidak sulit untuk mendiagnosa fase dekompensasi, lebih sulit untuk mendiagnosa fase awal sirosis hati.

    1.  Fase Kompensasi

    Jika timbul gejala spider nevi, palmar eritema, penderita patut dicurigai sebagai penderita sirosis hati. Tekstur organ hati terlihat keras dan tidak merata. Ukuran organ limpa lebih dari 2 cm, teksturnya keras dan tidak ada penyebab yang jelas biasanya merupakan gejala awal dari sirosis hati. Bila perlu, penderita dianjurkan melakukan pemeriksaan biopsi hati atau laparaskopi untuk memastikan diagnosa.

    2.  Fase Dekompensasi

    Penderita sirosis hati pada fase dekompensasi memiliki gejala yang cukup jelas, contohnya seperti akumulasi cairan di rongga perut, varises esofagus, pembesaran organ limpa, Hipersplenisme dan kelainan hasil tes pemeriksaan fungsi ginjal. Tidaklah sulit untuk menegakkan diagnosa.

Share:
Layanan Pasien Internasional
Hubungi Kami
Scan Barcode
Masuk Mobile Sites
×
Sun
Closed automatically after 10 seconds
X CLOSE